Jumat, 18 September 2015

Apa Itu Bootloop Dan Cara Mengatasinya

Pernahkah kalian mendengar istilah Android bootloop ? Bagaimana cara mengatasi smartphone Android yang mengalami bootloop ? Ikuti terus bahasan berikut ini !

Bagi para pengguna Android yang sudah expert atau setidaknya sudah lumayan lama menggunakan perangkat Android baik itu tablet maupun smartphone pasti sudah tak asing dengan istilah bootloop. Mungkin ada juga sebaggian pengguna yang sudah mengetahui apa yang diamksud dengan bootloop namun belum pernah mengalaminya.
apa yang dimaksud dengan android bootloop
www.android.gs

Apa yang Dimaksud Dengan Android Bootloop ?

Istilah bootloop jika diterjemahkan berdasarkan asal katanya merupakan gabungan dari kata 'boot' = menghidupkan perangkat (gadget maupun PC) dan 'loop' = berulang / pengulangan. Jadi bootloop dapat diartikan sebagai proses boot / startup yang berulang atau reboot dengan sendirinya tanpa memasuki sistem secara kontinyu.

Bootloop pada Android sendiri memang merupakan proses atau bisa disebut kegagalan sistem. Dimana saat kita menghidupkan perangkat Android dan masuk pada bootscreen tetapi sistem tidak berjalan seperti selayaknya sehingga yang terjadi selanjutnya adalah restart dan sistem kembali ke awal lagi sebelum sempat masuk ke menu utama.

Penyebab bootloop bisa beragam, hal tersebut dapat disebabkan oleh beratnya sistem atau cache yang penuh akibat banyaknya aplikasi yang terinstal atau adanya masalah pada aplikasi tertentu. Penggunaan aplikasi yang terlalu lama dan terlampau sering dapat mengakibatkan perangkat Android 'lelah' dan kesulitan melakukan booting sehingga perlu penyegaran / refresh. Proses rooting juga dapat menyebabkan terjadinya bootloop jika proses root yang anda jalankan tidak sesuai prosedur atau terjadi malfungsi.

Macam-Macam Tingkatan Bootloop Pada Android Dan Cara Mengatasinya

cara mengatasi android bootloop
Bootloop pada Android dapat terjadi dikarenakan beberapa faktor penyebab yang berbeda. Oleh sebab itu tingkatan kerusakan yang mengakibatkan terjadinya bootloop juga beragam. Bootloop ringan dapat diatasi dengan cara mudah, namun bootloop yang disebabkan oleh malfungsi akibat kesalahan prosedur dapat berakibat fatal dan bahkan mengharuskan proses instalasi ulang sistem Android anda. Berikut adalah macam-macam tingkatan bootloop besrta penyebabnya disertai langkah yang dapat diambil sebagai solusi.

  • Android Light Bootloop atau Bootloop Ringan

Bootloop ringan terjadi dikarenakan cache yang penuh sehingga sistem Android mengalami 'kelelahan' dan membutuhkan penyegaran atau refresh. Penyebab bootloop ini biasanya terjadi saat kita menggunakan suatu aplikasi atau game dalam waktu yang lama secara terus menerus, menginstal aplikasi tertentu atau terdapat masalah pada aplikasi sehingga menyebabkan error.

Solusi untuk masalah ini cukup mudah, pada smartphone Android cukup dengan mematikan / turn off dan cabut baterainya beberapa saat dan pasang kemudian hidupkan kembali. Sedangkan pada gadget yang berbentuk tablet dimana baterai terpasang secara permanen / non-removable atau juga pada smartphone jika cara sebelumnya tidak berhasil, langkah yang diambil yaitu dengan cara melakukan proses 'wipe user data' atau factory reset melalui Android System Recovery.

  • Android Medium Bootloop atau Bootloop Tingkat Menengah

Bootloop tingkat menengah biasanya terjadi karena kesalahan prosedur yang diakibatkan oleh proses rooting. Biasanya kegagalan sistem seperti ini terjadi jika pengguna melakukan tweaking secara berlebihan, seperti mengotak-atik sistem Android, melakukan kustomisasi tema, modifikasi bootscreen dan sebagainya sehingga terjadi malfungsi. Medium bootloop termasuk pada kerusakan tingkat menegah dimana pengguna masih bisa melakukan reset dari dalam sistem Android karena biasanya System Recovery masih dapat diakses.

Solusi untuk masalah seperti ini yaitu dengan masuk ke menu Android System Recovery dan lakukan factory reset sehingga sistem kembali seperti semula. Solusi lainnya yaitu jika anda pernah melakukan backup maka kita dapat melakukan proses restore dengan menggunakan file recovery melalui bantuan PC yang berbasis Windows. Jika kita tidak memiliki file recovery maka kita dapat menggunakan file dari pengguna lain namun dengan syarat harus memiliki perangkat dengan tipe yang sama serta versi Android yang sama persis.

  • Android Hard Bootloop atau Bootloop Tingkat Fatal

Bootloop yang fatal biasanya terjadi jika user melakukan aktifitas root dan tweaking secara berlebihan. Seperti mengubah atau menghapus elemen android dan file penting yang dibutuhkan oleh sistem Android dan tidak dapat di-recover atau dipulihkan. Serangan virus atau program jahat lainnya juga dapat menjadi penyebab error tersebut.

Solusi untuk masalah seperti ini cukup rumit dimana kerusakan yang terjadi merupakan kerusakan fatal. Kerusakan seperti ini mengharuskan sistem Android di instal ulang, dan sebelumnya kita harus mengetahui secara detail perangkat yang kita gunakan karena proses yang ditempuh akan berbeda untuk setiap tipe perangkat. Untuk mengatasi kerusakan seperti ini disarankan untuk menghubungi ahli servis atau pelajari terlebih dahulu proses flashing jika ingin memperbaikinya sendiri.


Dengan mengetahui apa yang dimaksud dengan bootloop pada Android dan bagaimana cara mengatasinya, setidaknya kita tidak panik saat menghadapi masalah tersebut. Dan jika kita merasa awam terhadap perbaikan yang melibatkan prosedur teknis maka sebaiknya gunakan perangkat Android secara normal dan wajar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sejarah Perkembangan Internet Dunia Dan Di Indonesia

Sejarah Internet dimulai pada tahun 60-an, yaitu ketika Levi C. Finch dan Robert W. Taylor mulai melakukan penelitian tentang jaringan global dan masalah interoperabilitas. Selanjutnya, beberapa program penelitian mulai dilakukan untuk melihat mekanisme pengaitan jaringan-jaringan yang berbeda secara fisik. Salah satu solusi yang muncul dari penelitian-penelitian tersebut adalah teknik packet switching. Pada teknik packet switching, data atau file berukuran besar yang akan dikirim melalui jaringan komputer terlebih dahulu dipotong menjadi paket kecil-kecil agar lebih mudah ditangani dan lebih Andal. Peneliti utama dalam pengembangan packet switching ini adalah Donald Davies (NPL), Paul Baran (RAND Corporation), Leonard Kleinrock dan kawan-kawan (MIT) dan UCLA Research Programs.Pada tahun 1969, Robert Taylor yang baru dipromosikan sebagai kepala kantor pemrosesan informasi di DARPA (Badan Riset Angkatan Bersenjata Amerika Serikat) bermaksud mengimplementaskan ide untuk membuat sistem jaringan yang saling terhubung. Bersama Larry Robert dari MIT, Robert Taylor memulai proyek yang kemudian dikenal sebagai ARPANET. Sambungan pertama ARPANET terbentuk antara University of California, Los Angeles (UCLA) dan Stanford Research Institute (SRI) pada jam 22:30 tanggal 29 Oktober 1969. Pada tanggal 5 Desember 1969, ada dua jaringan lagi yang yang bergabung, yakni University of Utah dan University of California, Santa Barbara sehingga total terdapat empat (4) simpul jaringan. ARPANET yang berbasis pada teknologi ALOHAnet berkembang sangat cepat. Pada tahun 1981, jumlah simpul yang tersambung menjadi 213.Selain jaringan untuk penelitian seperti ARPANET dan X.25, para hobbiis komputer juga mengembangkan teknik jaringan sendiri yang kemudian cukup populer, yaitu UUCP. Masalah terbesar pada teknik ini adalah bagaimana supaya berbagai jenis peralatan jaringan, seperti telepon, radio, kabel LAN yang secara fisik sangat berbeda dapat berkomunikasi satu sama lain. Keberagaman media fisik jaringan mendorong pengembangan tatacara komunikasi (protokol komunikasi) yang mampu melakukan internetworking, sehingga banyak jaringan kecil dapat saling tersambung menjadi satu menjadi jaringan komputer maha besar.Kumpulan tata cara komunikasi atau protokol Internet memungkinkan jaringan komputer dibangun menggunakan saluran fisik yang berbeda. Dalam bahasa yang sederhana, komputer yang terhubung menggunakan telepon, dapat berkomunikasi dengan komputer yang tersambung ke jaringan LAN maupun jaringan radio. Hal ini mendorong terjadinya inter-network (antar jaringan) secara global yang kemudian hari kita kenal sebagai “Internet”.Selain protokol Internet, hal lain yang tidak kalah penting dalam perkembangan Internet adalah metode pengalamatan di Internet. Jon Postel dari Information Science Institute (ISI) di University of Southern California (USC) adalah orang yang sangat berjasa di balik berbagai alokasi alamat IP Internet, manajemen Domain Name System (DNS), tipe media, dan berbagai alokasi nomor untuk tata cara komunikasi penting di Internet. Hingga wafatnya pada tanggal 16 Oktober 1998, Jon Postel mengelola Internet Assigned Numbers Authority (IANA). Pada tanggal 21 Juli 1998, Jon Postel memperoleh Silver Medal dari International Telecommunications Union (ITU) atas jasa-jasanya membangun Internet di dunia. Saat ini, IANA dioperasikan oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).Komersialisasi dan privatisasi Internet mulai terjadi pada tahun 1980-an di Amerika Serikat dengan di ijinkannya Internet Service Provider (ISP) untuk beroperasi. Internet mulai booming pada tahun 1990-an. dan menjadi kunci pemicu perubahan dalam budaya dan dunia usaha. Internet menawarkan pola komunikasi cepat menggunakan e-mail, diskusi bebas di forum, dan Web. SEJARAH INTERNET DI INDONESIASejarah internet Indonesia dimulai pada awal tahun 1990-an. Saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyubannetwork, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa di antara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada perkembangannya kemudian yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktivitasnya, terutama yang melibatkan perdagangan Internet. Sejak 1988, ada pengguna awal Internet di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses internet.

Berdasarkan catatan whois ARIN dan APNIC, protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988. RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia pada tahun 1992hingga 1994. Masing-masing personal telah mengontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia.Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPASberjudul "Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio"[1] di bulan November 1990. Juga beberapa artikel pendek di Majalah ElektronHimpunan Mahasiswa Elektro ITB pada tahun 1989.Di sekitar tahun 1994 mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia. Pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up olehIndoNet, sebuah langkah yang cukup nekat barangkali. Lokasi IndoNetmasih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI, kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI. Akses awal di IndoNet mula-mula memakai mode teks dengan shell account, browser lynx dan email client pineserta chatting dengan conference pada server AIX. Tahun 1995, pemerintah Indonesia melalui Departemen Pos Telekomunikasi menerbitkan ijin untuk ISP yang diberikan kepada IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya dan Radnet pimpinan BRM. Roy Rahajasa Yamin.Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser Lynx di AS, maka pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP).Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuahkan masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. Rekan-rekan e-commerce membangun komunitasnya di beberapa mailing list utama seperti warta-e-commerce@egroups.com, mastel-e-commerce@egroups.com, e-commerce@itb.ac.id & i2bc@egroups.com.

Awal Internet Indonesia

Internet Service Provider Indonesia